Home
..أهلا وسهلا ومرحبا
Perjalanan haji dan umrah sering di sebut“Arrihlah Al-muqoddasah”(perjalanan suci) karena ibadah itu sendiri berpusat di tanah suci Makkah Al-mukarromah, yang mana segala sesuatunya selama rihlah tentu juga dengan niat yang tulus dan suci dihadapan Allah SWT.Arrihlah Al-Mukarromah,Arrihlah Al-Makkiyah,Arrihlah Al-ijabah
لبيك اللهم لبيك لبيك لاشريك لك لبيك إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك
Praktek yang telah ada jamaah haji/Umrah di samping mengunjungi Makkah, juga berziarah ke kota Madinah (Masjid nabawi syarief,Makam baginda Rosulullah S.A.W),Karena datang jauh dari tanah air dengan tujuan bukan hanya mligi melaksanakan rukun islam kelima ini, tetapi juga meluangkan waktu untuk bernapak tilas jejak para Nabi,………………………Yaitu berziarah ketempat-tempat yang bersejarah DIMakkah,Madinah.
Pada saat yang tepat pula,City tours kota jeddah yang merupakan pintu gerbang untuk menuju dua tanah suci Haram Makkah ;Haram Madinah.Kota jeddah juga sering disebut kota nenek moyang(bagi yg mengatakan جده dari جدة bilkasroti fi awwalihi bahasa arab @ nenek).
Oleh karena itu sejarawan mengatakan perjalanan yang mencakup: Madinah,Makkah,Jeddah disebut““Arrihlah Al-hijaziyah”
Perjalanan ke makkah khususnya dengan tujuan melaksanakan haji / umrah(Pilgrimage) bukan hanya pkerjaan fisik tetapi juga pekerjaan rohani ( Arrihlah Al rohaniyah)…menyitir dan meminjam …kalimat ;Victor Turner” pada bukunya “The Ritual Procces; Structure and anti structure”(1969) Bisa kita lihat mulai dari persiapan kepengurusan prosedur pemberangkatan dan yang terkait sudah merasa akan adanya rasa Community(baca;Kejama’ahan) seterusnya mencapai ke tingkat “Rasa Liminality (kerohanian) yaitu masa transisi menggapai kerohanian yang lebih tinggi begitu selesai melaksanakan rangkaian ritual-ritual haji/umrah.!
Perjalanan ke Makkah dengan tujuan memenuhi panggilan Allah ini banyak bersumber dari tradisi Millatu Ibrahim (ke agamaan Nabiyyullah Ibrahim AS) tidak hanya karena Baytullah, tetapi juga karena keterkaitan erat dengan pengalaman keagamaan yang pernah ditempuh Nabi Ibrahim AS keluarganya (baca sejarah SA’I). Sudah maklum bahwa Ibadah haji/umrah bukanlah suatu ibadah yg tak ringan, setidaknya dari sudut pandang Ekonomi akan melibatkan dan harus&perlu merogoh kocek yang jumlanya tak sedikit.
Dan karena itulah kewajiban menjalankan kedua ibadah ini yang terkena Khitob khusus pada “Al- Mustathi’ “(yang benar2 mampu)saja baik itu secara ekonomis-finansial dan mampu dalam artian menyeluruh dari tinjauan kaca mata Syar’ie.
…Bersambung !!!
